UU Cipta Kerja Dinilai Angin Segar Bagi Pertanian

- 3 November 2020, 22:54 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan petani padi Indonesia. /Kementerian Pertanian

UTARA TIMES - Peneliti Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) Donny Pasaribu menilai relaksasi kebijakan penanaman modal asing (PMA) sektor pertanian dalam Undang-Undang (UU) Cipta Kerja berpeluang meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas hortikultura.

Baca Juga: Indonesia Termasuk Jemaah Umrah Pertama Yang diterima Pemerintah Arab Saudi Setelah Pandemi

Donny mengatakan bahwa investasi hortikultura sebelumnya terkendala oleh kebijakan dalam UU No. 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura yang membatasi kepemilikan asing sebesar 30 persen, begitu juga pada komoditas perkebunan. Menurut dia, investasi di sektor pertanian selama ini dinilai restriktif atau tertutup, jika dibandingkan sektor lainnya.

"Relaksasi PMA di sektor pertanian idealnya dapat dimanfaatkan untuk peningkatan produktivitas, salah satunya komoditas hortikultura," kata Donny dalam webinar yang diselenggarakan CIPS di Jakarta, Selasa 3 November 2020.

Baca Juga: Masjid Pertama Athena Dibuka Sejak Abad 19

Menurut Donny, pembatasan PMA yang selama ini diimplementasikan tidak serta merta membawa manfaat bagi sektor pertanian Indonesia.

Seperti dilansir UTARA TIMES dari Antara. Pembatasan PMA justru menghilangkan kesempatan produsen dalam negeri untuk mendapatkan benih berkualitas, membatasi akses perusahaan benih domestik pada praktik-praktik yang inovatif dan dapat menghalangi komunitas riset publik dan swasta dari akses kekayaan intelektual, teknologi, pengetahuan dan pelatihan utama.

Baca Juga: Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter Keluar Dari Ginung Sinabung

Selain itu, implementasi berbagai pembatasan pada masuknya investasi di sub sektor hortikultura juga dapat mengakibatkan pada kurang kompetitifnya industri benih dalam negeri dan menurunkan kualitas dari varietas tanaman secara keseluruhan.

Padahal di saat yang bersamaan, masuknya investasi juga akan membuka peluang untuk transfer modal, pengetahuan dan juga membuka kesempatan untuk penelitian.

Halaman:

Editor: Nur Umar

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Terkini

Big Bad Wolf Adakan Bazar Buku Daring

29 November 2020, 18:15 WIB

Wacana Penghapusan Premiun Dinilai Positif

17 November 2020, 12:10 WIB

Kini AGM Luncurkan Situs Web Commerce

17 November 2020, 11:05 WIB

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X