Peneliti sebut Ada Glester Kiamat yang akan Runtuh dalam Waktu Dekat, Ancaman Dunia?

- 21 Juni 2021, 10:36 WIB
Ilustrasi glester kiamat
Ilustrasi glester kiamat /Pixabay

 

UTARA TIMES- University of Michigan dalam sebuah penelitian menemukan fakta terbaru tentang gletser terbesar disebut sebagai glester kiamat yang akan mengalami keruntuhan dalam waktu dekat, terjadi ancaman kiamat ?

Menurut penelitian mereka, keruntuhan gletser kiamat itu diprediksi lebih kecil dari perkiraan penelitian sebelumnya.

Dipublikasi oleh Science yang membuat simulasi kematian Glestser Thwaites, Antartika Barat yang lebih dikenal dengan glestser kiamat sebagai gletser paling tidak stabil didunia.

Para peneliti mensimulasikasn keruntuhan berbagai gletser dengan formasi vertical yang terjadi dimana antara lautan dan lapisan es bertemu, kemudian para peneliti menemukan jika tidak stabilnya tidak selalu mengarah pada disintegrasi cepat

Baca Juga: RILIS! Why Man Muncul Dalam Manga Dr. Stone Chapter 201: Do You Wanna Die?

Hal itu disampaikan Jeremy bassis, seorang professor ilmu dan teknik iklim dan ruang angkasa dari University of Michigan.

Dia mengatakan jika apa yang sudah ditemukan dalam rentang waktu lama, es berprilaku seperti cairan kental.

"Apa yang kami temukan adalah bahwa dalam rentang waktu yang lama, es berperilaku seperti cairan kental, seperti pancake yang menyebar di penggorengan," katanya, dikutip Utara Times dari PR Bekasi, 21 Juni 2021

 "Jadi es menyebar dan menipis lebih cepat daripada yang bisa gagal dan ini bisa menstabilkan keruntuhan. Tetapi jika es tidak bisa cukup cepat menipis, saat itulah Anda memiliki kemungkinan runtuhnya gletser kiamat dengan cepat," tambah dirinya.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menggabungkan variabel kegagalan es dan aliran es untuk pertama kalinya. Hasilnya, mereka menemukan bahwa peregangan dan penipisan es, serta penopang dari bongkahan es yang terperangkap, dapat memoderasi efek ketidakstabilan tebing es laut yang disebabkan oleh fraktur.

Temuan baru ini menambah nuansa pada teori sebelumnya yang disebut ketidakstabilan gletser, yang menyatakan bahwa jika gletser mencapai ambang tertentu, ia dapat tiba-tiba hancur.

Baca Juga: Prediksi Terlengkap Makedonia Utara vs Belanda di Euro 2021: De Oranje Optimis Raih Kemenangan!

Hal tersebut dikarenakan dari berat gletser kiamat itu sendiri dalam reaksi berantai dari patahan es.

Gletser Thwaites atau gletser kiamat semakin terancam runtuh yang dapat berkontribusi pada kenaikan permukaan laut hampir tiga kaki bila terjadi keruntuhan total. Pada 74.000 mil persegi, kira-kira seukuran Florida, dan sangat rentan terhadap perubahan iklim dan laut.

Tim peneliti juga menemukan bahwa bongkahan es yang retak dan jatuh dari gletser utama dalam proses yang dikenal sebagai "melahirkan gunung es" sebenarnya dapat mencegah, daripada berkontribusi, keruntuhan bencana. Jika bongkahan es terjebak pada singkapan di dasar laut, mereka dapat memberikan tekanan balik pada gletser untuk membantu menstabilkannya.

Jeremy Bassis mencatat bahwa bahkan jika gletser tidak runtuh secara besar-besaran, gletser tersebut masih bisa memicu keruntuhan beberapa kilometer per tahun.

Hal tersebut sama dengan panjang sekitar 20 lapangan sepak bola dan menghasilkan kontribusi besar terhadap kenaikan permukaan laut di masa depan.***

 

 

Artikel pernah tayang di PR Bekasi

(Rivan M)

 

Editor: Anas Bukhori

Sumber: PR Bekasi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah